}

Senin, 22 September 2014

Gunung Guntur



Jalur Pendakian Gunung Guntur
Gunung Guntur (2.249 mdpl), merupakan salah satu gunung api aktif yang berada di Kabupaten Garut. Gunung ini memiliki dua sumber mata air, yaitu sumber air panas yang mengalir ke Cipanas yang kemudian dimanfaatkan sebagai wisata pemandian Cipanas, dan yang satu lagi sumber air dingin yang mengalir ke aliran Curug Citiis.
Gunung Guntur tidak seperti gunung-gunung di daerah tropis lainnya. Gunung ini justru terlihat tandus dan gersang. Jalurnya pun didominasi oleh savana dan batuan kerikil sisa letusan. Jarang pendaki menjumpai pohon besar sepanjang lintasan pendakian, terutama pada lintasan sesudah melewati Curug Citiis. Medan yang tandus dan gersang membuat Gunung Guntur lebih dikenal karena cuacanya yang liar. Tekanan angin dan suhu udara yang panas, bahkan bisa di bilang ganas.
Untuk mendaki Gunung Guntur, pendaki bisa melalui jalur Curug Citiis yang berada di kampung Citiis, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Jalur pendakian ini merupakan jalur terpendek dan termudah. Selain melewati air terjun atau curug citiis, pendaki juga akan melalui lokasi penambangan pasir citiis yang beroperasi sejak tahun 1960 an.
Untuk menuju kampung citiis, dari Jakarta bisa menggunakan bus jurusan Jakarta - Garut yang melewati tol cipularang, turun di terminal garut, lalu naik angkot jurusan cipanas dan turun di gerbang kampung citiis, dengan waktu tempuh yang lebih singkat. Atau bisa juga naik bus jurusan garut via puncak, dan langsung turun di gerbang desa citiis. Tapi dengan waktu tempuh yang lumayan lebih panjang.
Dari gerbang Desa Citiis, pendaki bisa melanjutkan perjalanan menuju kampung citiis dengan menumpang ojek, atau bisa juga dengan berjalan kaki. Jaraknya tidak terlalu jauh, hanya sekitar 15 menit dengan menggunakan ojek dengan tarif sekitar 10ribuan. Biasanya tukang ojek disana sudah biasa mengantar pendaki yang ingin mendaki Gunung Guntur. Ia akan mengantarkan kita ke rumah kepala desa terlebih dahulu untuk melakukan perizinan.
Sekitar 30 menit dari kampung citiis, pendaki akan menemui pipa saluran air dialiran sungai kecil disisi kanan. Pipa itu jadikan patokan jalur pendakian. Ikuti alur pipa tersebut, melewati hutan yang rindang dan ladang-ladang penduduk sampai menjumpai curug citiis.
Suasana disekitar curug citiis begitu sejuk. Pendaki bisa mendirikan tenda dikawasan tersebut. Selain itu juga terdapat sebuah shelter kecil yang bisa gunakan untuk beristirahat dan menambah persediaan air para pendaki, karena setelah ini pendaki akan kesulitan menemukan mata air di sepanjang jalur pendakian.
Selepas curug citiis, pendaki harus naik kearah padang savana yang bukan lagi jalur hutan seperti sebelumnya. Jadi aliran sungai haruslah berada di sisi kanan jalur pendakian. Tanjakan terjal dan berbatu merupakan jalur yang akan tersaji selepas kawasan air terjun. Disarankan agar pendaki menggunakan baju atau kaus berlengan panjang untuk melindungi dari sengatan sinar matahari, juga untuk melindungi kulit dari sayatan semak dan ilalang yang tumbuh disepanjang jalur pendakian. Diperkirakan 1 jam selepas Curug Citiis, pendaki akan menjumpai sebuah area yang dapat menampung sekitar 2 buah tenda. Pendaki bisa beristirahat disini atau melanjutkan perjalanan.
Tidak jauh berbeda dengan kondisi sebelumnya, medan yang akan lalui didominasi tumbuhan jenis ilalang dan semak dan pepohonan yang kering merangas tanpa daun. Tampak pula pepohonan yang batangnya hitam seperti habis terbakar. Dikanan kiri jalur pendaki disuguhkan pemandangan bekas aliran lava yang telah membeku. Medan pendakian semakin lama semakin menanjak dengan kemiringan berkisar antara 60-75 derajat. Jika pendakian dilakukan pada siang hari dengan teriknya sinar matahari, pendaki akan merasakan betapa panasnya berjalan di punggungan Gunung Guntur ini.
Semakin mendekati puncak pertama, jalur yang akan dilalui semakin terjal dan gersang. Medan yang dilalui pun didominasi campuran antara tanah, pasir dan kerikil, sehingga jika pendaki tidak berhati-hati dalam memilih jalan akan mudah terperosok ke bawah karena jalur yang licin. Mendekati puncak pertama, pendaki akan melalui sebuah pohon cemara yang cukup besar. Pohon ini sebenarnya sudah terlihat dari bawah, karena tidak ada lagi sesuatu yang menghalangi pandangan kita ke atas. Setelah melewati pohon ini, kira –kira 15 menit kemudian, pendaki akan menemui sebuah batu besar. Lalu 15 menit dari batu besar tersebut tibalah di puncak pertama. Total waktu untuk mencapai puncak pertama dari curug citiis sekitar 2,5-3 jam.

Puncak Pertama
Dipuncak pertama ini, ada lokasi yang terletak sebelum bibir kawah yang bisa dijadikan pendaki untuk tempat mendirikan tenda. Tapi pastikan pasak tenda anda terpasang dengan kuat, karena dikhawatirkan ada angin yang sewaktu-waktu bertiup kuat. Kawah Gunung Guntur berada di sebelah kiri, berhadapan dengan Gunung Cikuray yang terlihat menjulang tinggi. Dari puncak pertama ini pendaki dapat melihat pemandangan Kota Garut, areal pemukiman, persawahan, situ bagendit, komplek pemandian Cipanas dengan jelas. Puncak kedua juga terlihat dengan jelas beserta jalurnya.
Menuju puncak kedua, pendaki akan melintasi lembah yang jalurnya cukup landai, sebelum akhirnya menanjak kembali. Dengan berjalan melipir punggungan kawah, kemudian belok kanan menanjak daerah terjal. Punggungan yang dilintasi berupa padang savana yang cukup luas dengan pemandangan yang cukup indah. Medan terjal tersebut berupa tanahvulkanis yang hangat, gembur, licin, dan di beberapa tempat tanahnya lembek bila diinjak. Perjalanan dari puncak pertama menuju puncak kedua memerlukan waktu sekitar 30 menit.
Puncak Kedua
Seperti halnya puncak pertama, areal puncak kedua juga di dominasi padang savanna. Berada di antara puncak pertama dan puncak tertinggi gunung guntur. Padang savanna memisahkan kedua puncak tersebut dan menampakkan pemandangan yang sangat menarik. Beberapa jenis tanaman jenis cantigi yang tumbuh terbatas ikut menambah pesonanya. Di puncak ini terdapat seperangkat peralatan dan pagar kawat yang sudah rusak. Perlengkapan tersebut tampaknya bekas alat untuk memantau keadaan gunung guntur. Dari sini, puncak tertinggi gunung guntur terliha. Jalur menuju ke puncak tertinggi itupun terlihat dengan jelas.
Setelah puas menikmati pemandangan dan melepas lelah di Puncak kedua, teman-teman pendaki bisa melanjutkan pendakian menuju puncak tertinggi Gunung Guntur. Dari puncak kedua ini, jalur yang akan dilewati tidak jauh berbeda dengan jalur dari pucak pertama menuju puncak kedua. Kanan kirinya merupakan padang savanna yang luas. Beberapa tanaman termasuk jenis cantigi juga bisa anda temui disini. Setelah sedikit menurun, jalur yang akan lalui menanjak terjal dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Tidak sampai 40 menit dari puncak pertama tibalah di puncak tertinggi Gunung Guntur (2.249 mdpl). Area puncak tertinggi Gunung Guntur cukup datar yang memiliki luas kira-kira 2 kali lapangan bola voli, selain itu disana juga terdapat seperangkat peralatan yang berfungsi untuk memantau aktivitas gunung api.

Sumber :
https://www.facebook.com/permalink.php?id=374250922664458&story_fbid=385830308173186

Tidak ada komentar :

Posting Komentar